DAPATKAN HERBAL DI TOKO HERBAL07

Jumat, 30 Maret 2012

Pengobatan Herbal Asam Urat

Pengobatan Herbal Asam Urat

Sebagian besar masyarakat masih mempercayakan urusan kesehatannya pada obat-obatan herbal yang dinilai relative lebih murah dan aman. Fenomena ini didukung dengan budaya “back to nature” yang tengah marak saat ini. Bukan lagi pengobatan dengan cara praktis dan cepat sembuh yang menjadi pertimabangan utama, tetapi juga dampak lebih lanjut dari pengobatan yang dipilih.
Beberapa obat-obatan kimia memiliki efek jangka panjang yang kurang baik bagi tubuh. Ini adalah salah satu alasan kuat yang seringkali diutarakan para pengguna obat-obatan herbal, meskipun penggunaan obat herbal juga tidak selalu tanpa efek samping. Sebagai orang yang menderita suatu penyakit, tentu ‘sembuh sesegera mungkin dari sakit’ adalah keinginan yang tak bisa ditawar-tawar. Namun kini, banyak orang yang lebih memilih sembuh dengan sedikit waktu dengan dampak buruk seminimal mungkin daripada sembuh dengan cepat namun resiko dampak buruknya lebih tinggi.
Beberapa tumbuhan herbal yang dapat digunakan untuk mengatasi asam urat antara lain:
Sambiloto (Andrographis paniculata)
Tanaman ini berasal dari India. Tanaman ini juga biasa disebut papaitan, bidara, kayu mas, atau sampiroto. Sambiloto mengandung senyawa flavonoid, alkane, keton, aldehid dan beberapa mineral seperti kalsium, kalium dan natrium. Tanaman ini dikenal sebagai anti radang, penghilang nyeri atau analgetik dan penawar racun.
Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus)
Tumbuhan ini sudah sejak lama dikenal sebagai tanaman obat yang berkhasiat sebagai penghancur batu saluran kencing. Rasanya manis sedikit pahit. Garam kalium dalam tanaman ini memang berkhasiat melarutkan batu ginjal, karenanya banyak digunakan sebagai obat penghancur batu. Kandungan sinsetin-nya bersifat sebagai antibakteri. Tanaman ini juga mengandung senyawa orthosiphonin glikosida. Sifat diuretik tanaman ini berguna untuk membantu tubuh membuang kelebihan asam urat lewat urin.
Meniran (Phyllanthus urinaria)
Tanaman ini terkenal sebagai tanaman obat yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Meniran juga dikenal dapat membersihkan hati dan sebagai antiradang. Tanaman ini juga digunakan sebagai pereda demam, peluruh kencing, peluruh dahak, peluruh haid, menjernihkan penglihatan, serta menambah nafsu makan. Seperti halnya kumis kucing, sifat diuretiknya-lah yang digunakan untuk mengobati asam urat.
Salam (Syzygium polyanthum)
Umumnya, daun salam dikenal sebagai pelengkap bumbu dapur karena memiliki keharuman yang khas yang dapat menambah kelezatan masakan. Tumbuhan ini biasanya tumbuh liar di hutan atau pegunungan dengan tinggi pohon dapat mencapai 25 meter dan diameternya mampu mencapai 1,3 meter. Tumbuhan ini dapat hidup di dataran randah hingga tinggi dengan ketinggian 1.800 meter di atas permukaan air laut.
Daun salam memiliki rasa yang kelat dan bersifat astringent. Senyawa-senyawa seperti minyak atsiri, tannin dan flavonoid banyak terdapat dalam daunnya. Pohon salam selain dapat digunakan untuk mengobati asam urat juga dapat digunakan untuk mengobati stroke, kolesterol tinggi, radang lambung, diare, gatal-gatal, kencing manis, untuk melancarkan peredaran darah, dan lain-lain. Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan untuk pengobatan adalah daun, kulit batang, akar, dan buah. Namun, bagian yang paling banyak digunakan adalah daunnya.
Sidaguri (Sida rhombifolia)
Tanaman ini juga dikenal dengan nama guri, siliguri, kahindu, sadagori, otok-otok atau bitumu. Sidaguri merupakan tumbuhan perdu liar yang tumbuh tegak bercabang. Tinggi tumbuhan mencapai 1 sampai 2 meter. Biasanya tumbuhan ini hidup di daerah tropis dengan ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini tumbuh subur dengan sinar matahari yang cukup. Perkembangbiakan tanaman ini bisa dilakukan dengn biji maupun dengan stek batang.
Kandungan kimia yang sudah diketahui adalah alkaloid, kalsium oksalat, tannin, saponin, fenol, asam amino, minyak atsiri, zat phlegmatic untuk ekspektoran, dan lubrikan. Akarnya mengandung alkaloid, steroid dan aphredine. Sidaguri memiliki rasa manis, sedikit panas dan sejuk. Dalam pengobatan, sidaguri digunakan sebagai antiradang, peluruh kencing dan penghilang rasa sakit. Bagian tanaman yang digunakan adalah akarnya.
Anting-anting (Acalypha indica)
Tanaman ini disebut juga kucing-kucingan atau akar kucing karena akarnya disenangi kucing. Orang Sunda mengenalnya sebagai rumput kokosan. Rasanya pahit, sejuk dan bersifat astringen. Herba ini berkhasiat sebagai antiradang, antibiotik, peluruh kencing, pencahar dan penghenti perdarahan. Umumnya orang menggunakan bagian akarnya untuk menangani penyakit asam urat.
Kunyit putih (Curcuma Alba)
Tanaman ini telah dikenal luas olah masyarakat Indonesia. Selain digunakan dalam pengobatan asam urat, tanaman ini juga berkhasiat untuk menghentikan pendarahan, antiinflamasi dan seringkali digunakan untuk menambah nafsu makan. Penelitian menunjukkan tanaman ini bersifat antineoplastik (merusak pembentukan ribosom pada sel kanker atau menghambat pertumbuhan sel kanker). Bagian tanaman yang digunakan adalah rimpang dan daun. Kandungan kimia yang sudah diketahui terdapat dalam kunyit putih di antaranya adalah saponin dan polifenol yang terdapat dalam rimpang dan daunnya.
Akar alang-alang
Alang-alang merupakan rumput, herba dengan tinggi 30 - 180 cm dengan rimpang yang merayap dibawah tanah. Tumbuhan ini biasanya tumbuh pada ketinggian hingga 2700 m diatas permukaan laut. Tumbuhan ini biasanya juga tumbuh pada daerah yang terbuka atau setengah tertutup, daerah rawa-rawa dengan aerasi tanah yang baik. Tanaman ini biasanya dianggap sebagai gulma pada tanaman perkebunan. Rimpangnya berwarna pucat, berasa manis dan sejuk.
Akar alang-alang mengandung arundoin, fernenol, isoarborinol, silindrin, simiarenol, kampesterol, stigmasterol, ß-sitosterol, skopoletin, skopolin, p-hidroksibenzaladehida, katekol, asam klorogenat, asam isoklorogenat, asam p-kumarat, asam neoklorogenat, asam asetat, asam oksalat, asam d-malat, asam sitrat, potassium (0,75% dari berat kering), sejumlah besar kalsium dan 5-hidroksitriptamin.
Selain untuk asam urat, juga banyak digunakan untuk pelembut kulit; peluruh air seni, pembersih darah, penambah nafsu makan, penghenti perdarahan. di samping itu dapat digunakan pula dalam upaya pengobatan penyakit kelamin (kencing nanah, kencing darah, raja singa), penyakit ginjal, luka, demam, tekanan darah tinggi dan penyakit syaraf.
Tanaman herbal lainnya yang dapat digunakan dalam pengobatan asam urat adalah ceplukan, daun sendok, jahe merah, pegagan, krokot, temu lawak, mengkudu, rambut jagung. Kemungkinan daftar tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat-obatan asam urat akan bertambah seiring dengan penelitian-penelitian yang dilakukan. Padahal, seperti yang telah kita ketahui begitu banyak tumbuhan yang terdapat didunia ini yang belum diteliti dengan lebih detail.